Penjelasan Tentang Hukum Dari Ibadah Aqiqah

Pendapat yang terkuat, yang menggabungkan semua dalil dikatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah mu-akkadah (ditekankan). Ini merupakan pendapat mayoritas ulama Sahabat, Tabi’in dan para fuqaha. Inilah pendapat dari Syafi’iyyah, Malikiyyah dan pendapat yang masyhur serta mu’tamad (dapat dijadikan pegangan) dalam madzhab Hanabilah.

Dalil-dalil yang dipakai mayoritas para ulama yang menunjukkan bahwa aqiqah adalah sunnah di antaranya:

  1. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Beserta lahirnya seorang anak ada aqiqah, maka alirkanlah baginya darah (sembelih aqiqah) dan buanglah yang mengganggunya (cukurlah rambut kepalanya).”
  2. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan aqiqah pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu.”
  3. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang memadai dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”
  4. Riwayat Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husain.”

Mayoritas ulama berkata, “Hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa aqiqah itu disunnahkan dan dianjurkan dan diperkuat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ucapan dan perbuatan beliau, karena beliau menyembelih aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husein radhiyallaahu ‘anhuma.

Mayoritas ulama berkata pula: “Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Aisyah radhiyallaahu ‘anha yakni, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husain di hari ke tujuh dan beliau menamai keduanya dan beliau memerintahkan untuk menghilangkan gangguan dari kepalanya (yakni dengan mencukur rambut keduanya), maka perintah tersebut beralih dari perintah wajib kepada perintah sunnah. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan aqiqah ini hanya sebagai anjuran untuk dikerjakan oleh seorang muslim, akan tetapi dipersilahkan untuk memilih antara mengerjakannya atau tidak. Maka tidak bisa dikatakan bahwa aqiqah itu wajib. Yang demikian itu terlihat pada sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa seseorang dari kalian ingin menyembelih nasiikah untuk anaknya, maka lakukanlah.”

Sumber: buku Panduang Praktis Aqiqah Berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah yang disusun oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah

Semoga postingan diatas dapat menambah pengetahuan anda terkait ibadah aqiqah. Kami sebagai salah satu penyedia jasa aqiqah siap menerima pesanan untuk paketan aqiqah. Tidak ada biaya untuk jasa antar ke wilayah Jabodetabek. Pemesanan mudah dan pembayaran boleh dilakukan setelah pesanan sudah sampe dirumah. Telp layanan konsumen kami di: 0818-064-50-434 (yusuf) untuk update harga dan pemesanan. Testimoni yang sudah pernah menggunakan jasa kami bisa anda lihat di akun IG: layananaqiqahsejabodetabek. Ingat, aqiqah itu cuman sekali seumur hidup. Jangan sembarangan pilih penyedia jasa aqiqah, pilih saja kami yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *