Orang Yang Bertanggung Jawab Melangsungkan Aqiqah

Terkait masalah siapa yang bertanggung jawab menyelenggarakan aqiqah ini leluasa. Namun, orang yang paling utama menanggung jawab aqiqah seorang anak adalah bapaknya, atau orang yang berkewajiban untuk menafkahi anak tersebut. Jika salah seorang dari kerabat berkeinginan untuk meng-aqiqahinya, maka hal ini tidak mengapa. Jadi kalo kakek, saudara, paman dan selainnya meskipun mereka tidak wajib menafkahi si anak maka jika mereka mengaqiqahi anak tersebut, hal tersebut sesuai dengan as-Sunnah insya Allah.

Pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Hajar, asy-Syaukani dan ash-Shan’ani. Alasan mereka adalah hadits Samurah: “Disembelihkan hewn aqiqah pada hari ketujuh”. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Sabda beliau dalam bentuk majhul (pasif, tidak disebutkan subyeknya) menunjukkan bahwa tidak ditentukan siapa yang bertanggung jawab untuk menyembelih aqiqah.” Ini diperkuat dengan kenyataan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi al-Hasan dan al-Husain.

Semoga apa yang kami share diatas bisa menambah wawasan anda terkait pelaksanaan ibadah aqiqah. Kami siap membantu dalam hal mempermudah anda dalam melaksanakan aqiqah. Pendaftaran bisa melalui WhatsApp, gratis ongkos kirim sejabodetabek dan bayarnya boleh dilakukan setelah pesanan udah sampe dirumah anda.

Update harga paketan aqiqah dan paketan nasi kotak bisa anda lihat pada halaman Tentang Kami di website ini. Masakan yang kami tawarkan insya Allah enak dan bebas bau prengus. Anda bisa melihat testimoni yang sudah pernah mencicipi masakan kami di akun instagram: layananaqiqahsejabodetabek. Hubungi nomor layanan konsumen kami di: 0818-064-50-434 untuk detail info lainnya dan juga untuk melakukan pemesanan. Ingat, ibadah aqiqah cuman dilakukan sekali seumur hidup. Jangan sembarangan memilih penyedia jasa aqiqah, pilih saja kami yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun.

Sumber info: buku Panduan Praktis Aqiqah Berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih b. Hasbullah.

Penjelasan Tentang Hukum Dari Ibadah Aqiqah

Pendapat yang terkuat, yang menggabungkan semua dalil dikatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah mu-akkadah (ditekankan). Ini merupakan pendapat mayoritas ulama Sahabat, Tabi’in dan para fuqaha. Inilah pendapat dari Syafi’iyyah, Malikiyyah dan pendapat yang masyhur serta mu’tamad (dapat dijadikan pegangan) dalam madzhab Hanabilah.

Dalil-dalil yang dipakai mayoritas para ulama yang menunjukkan bahwa aqiqah adalah sunnah di antaranya:

  1. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Beserta lahirnya seorang anak ada aqiqah, maka alirkanlah baginya darah (sembelih aqiqah) dan buanglah yang mengganggunya (cukurlah rambut kepalanya).”
  2. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan aqiqah pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu.”
  3. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang memadai dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”
  4. Riwayat Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husain.”

Mayoritas ulama berkata, “Hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa aqiqah itu disunnahkan dan dianjurkan dan diperkuat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ucapan dan perbuatan beliau, karena beliau menyembelih aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husein radhiyallaahu ‘anhuma.

Mayoritas ulama berkata pula: “Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Aisyah radhiyallaahu ‘anha yakni, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husain di hari ke tujuh dan beliau menamai keduanya dan beliau memerintahkan untuk menghilangkan gangguan dari kepalanya (yakni dengan mencukur rambut keduanya), maka perintah tersebut beralih dari perintah wajib kepada perintah sunnah. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan aqiqah ini hanya sebagai anjuran untuk dikerjakan oleh seorang muslim, akan tetapi dipersilahkan untuk memilih antara mengerjakannya atau tidak. Maka tidak bisa dikatakan bahwa aqiqah itu wajib. Yang demikian itu terlihat pada sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa seseorang dari kalian ingin menyembelih nasiikah untuk anaknya, maka lakukanlah.”

Sumber: buku Panduang Praktis Aqiqah Berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah yang disusun oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah

Semoga postingan diatas dapat menambah pengetahuan anda terkait ibadah aqiqah. Kami sebagai salah satu penyedia jasa aqiqah siap menerima pesanan untuk paketan aqiqah. Tidak ada biaya untuk jasa antar ke wilayah Jabodetabek. Pemesanan mudah dan pembayaran boleh dilakukan setelah pesanan sudah sampe dirumah. Telp layanan konsumen kami di: 0818-064-50-434 (yusuf) untuk update harga dan pemesanan. Testimoni yang sudah pernah menggunakan jasa kami bisa anda lihat di akun IG: layananaqiqahsejabodetabek. Ingat, aqiqah itu cuman sekali seumur hidup. Jangan sembarangan pilih penyedia jasa aqiqah, pilih saja kami yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun.